Monday, June 24, 2013

Cara China Melihat Dunia

Selama dua abad lebih, Barat mendominasi dunia. Dominasi yang dipegang silih berganti negara-negara Eropa ini kemudian diserahkan kepada Amerika Serikat (AS) pasca Perang Dunia II. Namun AS tetaplah produk peradaban Eropa. Sebab Eropa menjadi sumber empati dan afinitas antara Dunia Lama dan Dunia Baru yang menumbuhkan ikatan akan ide tentang Barat. Alhasil, dunia modern yang tidak lain adalah Barat ini mencakup negara-negara maju yang terdiri dari AS, Kanada, Eropa Barat, Australia, Selandia Baru, dan Jepang sebagai perkecualian.

Sebuah perubahan historis disuratkan mengubah dunia saat ini. Negara-negara maju Barat dengan cepat dilibas negara-negara berkembang dalam ukuran perekonomian. Secara kolektif, mereka adalah mayoritas penghuni dunia. Laju pertumbuhan ekonomi mereka juga lebih besar dari negara-negara maju. Kebangkitan mereka sudah menghasilkan pergeseran signifikan dalam perimbangan kekuatan ekonomi global.


Tuesday, June 18, 2013

Membumikan Pancasila dalam Syariat Islam

Pada akhir Mei 1945, pertanyaan tentang dasar negara mengawali sidang Badan Penyidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Ketika para anggota sidang umumnya lebih memilih untuk membahas Undang-Undang Dasar, Soekarno menjawab pertanyaan itu dalam bentuk pidato pada 1 Juni 1945 dengan judul Pancasila. Soekarno menyebut kelima prinsip tersebut sebagai Weltanschauung (ideologi negara bangsa).

Bagi Soekarno, Weltanschauung yang dimiliki suatu negara haruslah sesuai dengan kondisi bangsanya masing-masing. Dilatarbelakangi oleh penderitaan bangsa di bawah penjajahan Belanda dan Jepang, Bung Karno bertekad mengikis habis dampak buruk penjajahan dengan diawali mengangkat harga diri bangsa Indonesia. Salah satu cara yang ditempuh adalah menggali Weltanschauung dari jati diri dan budaya bangsa Indonesia sendiri.