Monday, July 22, 2013

INTEGRASI ASIA TIMUR DALAM RANCANGAN

Review Masahiro Kawai
"Regional Economic Integration and Cooperation in East Asia"

Pendahuluan
Beranjak dari pandangan bahwa integrasi regional Asia Timur diawali oleh kerjasama ekonomi, Masahiro Kawai berusaha memaparkan bagaimana perdagangan dan Foreign Direct Investment (FDI) berperan dalam proses penyatuan tersebut. Namun, munculnya kesadaran integrasi antara negara-negara di kawasan ini ternyata merupakan dampak dari krisis ekonomi 1997-1998. 

Krisis yang disebabkan buruknya sektor finansial global dan lemahnya struktur domestik tersebut setidaknya memberikan dua pelajaran berharga bagi negara-negara di Asia Timur. Pertama, adanya kebutuhan akan kerangka baru dalam pengaturan finansial global yang mampu mengurangi dampak arus modal yang mudah menguap. Kedua, keberadaan pasar membutuhkan penguatan sistem ekonomi domestik. 

Monday, July 8, 2013

Lahirnya Institusi dalam Hubungan Internasional

Review Tulisan Nicholas Onuf 
“Institutions, Intentions, and International Relations” 

Tulisan ini mengupas tentang histori ontologis dari institusi sebagai cikal bakal perkembangan paradigma liberalisme dalam hubungan internasional. Sebelum institusi masuk sebagai salah satu aktor dalam hubungan internasional, negara merupakan satu-satunya aktor yang dianggap rasional. Kondisi ini dilatari karena belum adanya sudut pandang sistematis dan kerangka referensi yang menjadikan institusi sebagai agen yang rasional. 

Kemunculan insititusi sebagai isu yang diperdebatkan tidaklah lepas dari pemikiran masyarakat Barat yang berasumsi bahwa institusi mampu memenuhi kebutuhan mereka, sehingga harus dirancang untuk keuntungan setiap orang. Berawal dari asumsi inilah pasar (market) menjadi bagian yang digolongkan sebagai institusi. Terkait hal ini terdapat dua kemungkinan yang diyakini para akademisi. Pertama, institusi terlalu penting untuk ditinggalkan karena institusi membatasi pilihan manusia. Kedua, institusi sebaiknya dibiarkan terpisah karena memberikan ruang yang dibutuhkan manusia untuk membuat pilihan rasional.

Monday, July 1, 2013

Mengelola Aset Tindak Pidana

Perkembangan zaman telah membuat berbagai kemajuan terjadi dalam setiap aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam hal kejahatan. Kenyataannya, kejahatan memang tidak lagi dilakukan dalam cara-cara yang sederhana. Kecenderungan yang terjadi saat ini menunjukan kejahatan dilakukan secara terorganisir, melibatkan banyak pihak, dan dilakukan dengan metode atau perangkat yang sangat maju.

Terlebih lagi, kejahatan yang terjadi dewasa ini sering kali memilki motif ekonomi besar dan tidak mudah untuk diberantas. Kesulitan ini dilatari dua faktor, yaitu tingginya motif ekonomi kejahatan tersebut dan kompleksitas modus operandinya. Akibatnya, kejahatan ini memiliki daya rusak yang luar biasa secara ekonomi, baik bagi masyarakat maupun negara. Untuk itu, tindakan menghukum pelaku tindak pidana secara konvensional atau pidana penjara dirasa tidak selalu berhasil mengurangi tingkat kejahatan.