Thursday, July 9, 2015

Call for Paper

MEMORIA INDONESIA BERGERAK II


Latar Belakang

Dewasa ini, generasi bangsa sudah meninggalkan sejarah, akar jati diri bangsa, warisan perjuangan, dan pemikiran para tokoh di seluruh sendi-sendi bangsa: demokrasi pancasila, pendidikan (terutama pendidikan budi pekerti), penegakan hukum, penghargaan hak asasi manusia (yang tercantum dalam alenia 4 batang tubuh UUD ‘45), dan lain sebagainya. Mereka lebih memuja pemikiran Barat—dengan hanya mengadopsi gaya hidup semata—dan melupakan kemuliaan serta marwah pemikiran para tokoh bangsa yang memberi fondasi berdirinya negara dan bangsa ini. Bahkan, mereka mungkin saja lebih mengenal para tokoh yang berasal dari Barat daripada para tokoh bangsa.

Warisan perjuangan para tokoh bangsa (pemikir bangsa di berbagai bidang) seakan-akan tidak dijaga dan dihargai. Bahkan, mereka nyaris tidak lagi menjadi soko guru bangsa. Karena itu, generasi bangsa tidak bisa meresapi semangat perjuangan mereka. Sehingga, Indonesia akan berada jauh dari tempat yang dicita-citakan.

Pada satu sisi, persoalan di atas secara tidak langsung akan menafikan pentingnya mempelajari dan mendalami pemikiran para tokoh bangsa. Tidak hanya karena generasi bangsa cenderung apatis dan pragmatis, pemerintah pun tampaknya mendukung “pelupaan” ini. Hal ini dapat dilihat dari pengalpaan pemerintah untuk membuat kegiatan-kegiatan yang signifikan bagi berlanjutnya pemikiran para tokoh bangsa. Oleh sebab itu menjadi wajar apabila generasi bangsa saat ini lebih memilih berpikir praktis tentang masa kini tanpa mempelajari masa lalu untuk menuju masa depan.

Sedangkan pada sisi yang lain, kecenderungan generasi bangsa yang terpengaruh pola pikir Barat memang tidak bisa disalahkan. Bangsa ini masih memiliki bingkai pemikiran bahwa apapun yang berbau “Barat” lebih maju dan lebih baik daripada yang ada di tanah air. Sehingga, mereka tidak pernah berpikir untuk mengenal lebih dekat para tokoh bangsa yang berjasa dalam perjuangan kemerdekaan bangsa ini. 

Atas dasar alasan itulah, Megawati Institute (MI) bersama pemuda-pemudi Indonesia yang tergabung dalam alumni Sekolah Pemikiran Pendiri Bangsa (SPPB) berusaha mentransformasikan gagasan-gagasan para tokoh bangsa melalui buku Memoria Indonesia Bergerak (MIB) jilid II. Penerbitan buku ini juga merupakan upaya untuk melanjutkan kesuksesan buku MIB sebelumnya yang diterbitkan pada 2014. Untuk membedakan dari buku sebelumnya, buku ini nantinya akan dibuat dalam rupa pembuatan buku serial pemikiran tokoh pendiri bangsa.

Tujuan Penulisan Buku

Ada pun tujuan dari pembuatan buku serial pemikiran tokoh ini adalah sebagai berikut:
  1. Menumbuhkan kesadaran, kecintaan, dan kebanggaan akan perjuangan serta karya besar pemikiran para tokoh bangsa.
  2. Mampu memberikan pencerahan, ide, dan pengaruh kepada masyarakat, dalam berpikir dan mengambil keputusan dalam tugasnya di bidang masing-masing. Sehingga, buah karya dan pemikiran para tokoh bangsa ini mampu memberikan warna dan kekuatan kepada setiap keputusan atau produk segala bidang.
  3. Dengan mengetahui, memahami, dan mendalami pemikiran mereka, diharapkan generasi bangsa dapat mengetahui sejarah, semangat, kekuatan pemikiran, alasan, kondisi, kebutuhan, keinginan, cita-cita, dan dinamika batin yang melatari mereka. Sehingga, mereka menghasilkan keputusan dan gerakan yang menjadi fondasi berdirinya bangsa ini.
  4. Berdasarkan studi tokoh ini, generasi bangsa mampu memahami dan menghargai jati dirinya dan bangsanya. 
Keterangan

Penulis adalah Peserta Sekolah Pemikiran Pendiri Bangsa angkatan I, II, III, IV dan Staff Megawati Institute. 
  1. Jumlah halaman: Setiap tulisan diharapkan tidak lebih dari 15 halaman A4; Font: Times New Romans, 12 pt; spasi: 1,5; Margin: normal.
  2. Tulisan dapat dikirimkan ke email: lelly.as@megawatiinstitute.org 
  3. Apabila ada pertanyaan, silakan menghubungi: Lelly (0856 8590 855), Dida (0815 1032 6314), dan Ayok (0897 7175 298)  


No comments:

Post a Comment