Tuesday, December 6, 2016

Proteksi Maskulin dalam Sistem Internasional

Paradigma feminis masih belum populer dalam studi Hubungan Internasional (HI) di Indonesia. Hal ini mungkin karena tidak banyaknya akademisi HI yang menaruh perhatian dalam isu gender dan perempuan. Akibatnya, persoalan gender dan perempuan lebih banyak diketahui dari kasus-kasus perdagangan manusia (human trafficking) daripada dipahami dari sudut pandang feminis.

Salah satu konsep yang digunakan feminis dalam membedah kasus perdagangan manusia, khususnya perempuan adalah proteksi maskulin. Logika ini pada dasarnya diasumsikan oleh laki-laki yang menganggap diri sebagai pemegang peran proteksi. Hal ini kemudian menempatkan pihak di bawah perlindungannya, yaitu perempuan dan anak-anak, sebagai subordinat (Iris Marion Young, 2003).

Proteksi maskulin secara sadar berusaha menguasai perempuan secara seksual. Hal ini merupakan bentuk gratifikasi dan keuntungan atas dominasi yang mereka miliki. Untuk tetap mendapatkan keuntungan spesifik tersebut, laki-laki membangun ikatan persaudaraan dengan mengecualikan perempuan. Mereka mengganggu perempuan untuk mempertahankan pengecualian tersebut dan menjaga superioritasnya (Catharine MacKinnon, 1987; Larry May, 1998).

Monday, September 26, 2016

Contestation of Moderate Islamic Identity in Southeast Asia

In Southeast Asia, there are two countries with a Muslim majority population. Those are Indonesia and Malaysia. In recent years, both of them show their moderate Islamic identity in their foreign policy. Basically, Indonesia is not a country that based on Islam,though their Muslim population is the largest in Southeast Asia and the world. Meanwhile, Malaysia is identically an Islamic state. 

In order to get better understanding of the reflection of moderate Islamic identity in both countries, this paper uses qualitative methods within the framework of a comparative study. The result of research show that global war on terror has led contestation moderate Islamic identity between Indonesia and Malaysia. Those two largest Muslim countries in Southeast Asia had not previously been vying to show moderate Islamic identity. 

The other result of this study is both Indonesia and Malaysia have domestic modal of moderate Islamic character where the imaging applications in the realm of foreign policy have done differently. Representation of moderate Islamic identity was associated with the achievements of both countries to get closer to the West and the Islamic world. 

Keywords: competition, identity, foreign policy, Indonesia, Malaysia.

Friday, January 29, 2016

Pesan Cinderella yang Terlewati

Sumber foto: flickr.com
Cinderella menjadi salah satu tema gambar yang ditampilkan Google Doodle pada 12 Januari lalu. Google sengaja memilih tema tersebut sebagai bentuk peringatan 388 tahun Charles Perrault. Kita boleh jadi tidak mengenal Perrault, tapi kontribusinya sebagai pelopor penulisan bergenre dongeng memiliki pengaruh besar pada industri hiburan dunia.

Karya-karyanya dianggap penting karena mampu menyiratkan pesan-pesan moral kepada anak-anak. Dalam kisah Cinderella misalnya, Perrault menyisipkan pesan akan pentingnya memiliki budi pekerti, keberanian, ilmu dan restu orang tua. “Have courage and be kind,” demikian ibu Cinderella berpesan. Pesan tersebut terpapar dalam cuplikan film Cinderella yang dipromosikan Disney Picture pada tahun lalu.


Industri animasi Amerika ini memang telah lama mensponsori kisah Cinderella dengan versi Perrault. Sebelumnya, Disney Picture telah memproduksi film Cinderella dalam bentuk animasi pada 1920 dan 1950. Meski sekarang kedua film tersebut tergolong klasik, popularitas Cinderella tak pernah surut.