Saturday, December 23, 2017

Refleksi Pergerakan Perempuan Indonesia

Sepanjang Jumat 22 Desember kemarin, meme dan video yang berisi ucapan 'Selamat Hari Ibu' berseliweran di media sosial kita. Isi pesannya sudah tentu berupa rasa terima kasih atas jasa-jasa ibu yang telah melahirkan dan mengasuh kita sejak kecil.

Pesan tersebut memang lumrah di masyarakat kita yang masih mengartikan Hari Ibu secara literal di mana penghormatan pada perempuan terletak pada peran biologis dan domestiknya. Namun bagi aktivis perempuan, Hari Ibu merupakan refleksi atas capaian apa saja yang telah diupayakan pergerakan perempuan Indonesia selama sembilan dekade terakhir ini.

Setelah kongres perempuan pertama pada 22 Desember 1928, isu-isu yang diperjuangkan perempuan ternyata tidak banyak berubah. Semuanya masih berkutat pada masalah perkawinan, pemberdayaan ekonomi, serta kesehatan seksual dan reproduksi.

Monday, December 4, 2017

Luluran Seksis ala Ridwan Kamil

Lulur bisa jadi merupakan komoditas yang paling diminati perempuan saat ini. Hal itu bukan karena iklan produk yang sering muncul di media cetak ataupun elektronik, tapi itu lebih karena promosi berkelanjutan Ridwan Kamil di media sosial.

Bagimana tidak berkelanjutan? Setelah Ridwan Kamil mengunggah foto Instagram (15/11) dengan caption “Dibalik kerja para lelaki ini, ada wanita rajin luluran dan perawatan yang setia menyemangati … Bersyukurlah bukan lelakinya yang rajin luluran,” ia lantas mendapat like lebih dari 200 ribuan. Itu baru like, belum capture foto yang dibagi berkali-kali.

Ternyata posting tersebut mendapat tudingan seksis dari kalangan aktivis perempuan dan feminis. Ridwan Kamil pun berusaha menampik tudingan tersebut dengan mengunggah foto (24/11) si Cinta yang diedit bertumpuk. Lagi-lagi, ia menyinggung soal luluran dalam captionnya.