Friday, March 30, 2018

The Power of Emak-emak dalam Narasi Radikalisme

Tiap kali mendengar kata emak, kita selalu membayangkan sosok keibuan yang penuh kasih sayang. Namun bayangan itu sekejap sirna ketika kita dihadapkan pada istilah the power of emak-emak yang begitu populer belakangan.

Istilah tersebut lahir dari fenomena perempuan urban yang berani mengekspresikan perlawanannya di ruang publik. Meski kadang kala keberanian ini terkesan nekat, emosional, ekstrem dan malah radikal.


Sebagai ibu, saya merasa risih dengan istilah the power of emak-emak. Alih-alih memperlihatkan kemampuan ibu untuk melawan, ungkapan tersebut justru menjadi lelucon peyoratif terhadap perempuan. Secara eksplisit, istilah itu seperti berusaha mengakui kemampuan perempuan yang selama ini dipandang lemah dan tidak berdaya.