Thursday, May 31, 2018

Menulis Bagi Perempuan

Jika menulis itu mudah, pasti sudah banyak perempuan yang jadi kolumnis, jurnalis, atau profesi lainnya yang menuntut keterampilan ini. Menulis tidak pernah segampang hal-hal teknis seperti yang diungkapkan Ongky Arista UA, terlebih bagi perempuan.

Dalam buku berjudul Jejak Jurnalis Perempuan, jumlah jurnalis perempuan ternyata hanya sekitar 18,6 persen dari 1.868 anggota Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI). Bahkan dalam obrolan santai saya dengan Prof. Dr. Musdah Mulia, jumlah profesor perempuan di Indonesia kurang dari 10 persen.


Tendensi perempuan yang saya bicarakan di sini tentu berkaitan erat dengan konteks urban. Hal ini perlu saya jelaskan dari awal karena perbedaan tingkat pendidikan, kebutuhan, tuntutan sosial, dan akses informasi memiliki dampak yang berbeda pada sosio-psikologis perempuan.