Tuesday, November 6, 2018

Upaya Santriwati Melawan Hoaks

Saat ini, Indonesia tengah menghadapi disruption era di mana segala sesuatu dapat menjadi viral hanya dalam hitungan detik. Era ini memang memberi kemudahan kepada setiap orang untuk melakukan apa pun di dunia maya, termasuk media sosial. Akan tetapi, kemudahan tersebut juga bisa berbahaya, terlebih lagi jika arus informasi berantai yang tersebar di media sosial tadi memuat ujaran kebencian dan hoaks. 

Hal itu tentu mengancam rasa kebhinekaan, kerukunan, dan persatuan bangsa. Tidak sedikit orang yang menjadi korban dari arus informasi berantai yang memuat ujaran kebencian dan hoaks di media sosial. Padahal, arus informasi berantai sulit dipertahankan keasliannya karena infonya bisa berkurang atau bertambah. Semua bergantung pada penerima pesan yang meneruskannya. 

Terkait hal ini, perempuan menjadi pihak yang mudah terhasut informasi yang bermuatan kebencian dan hoaks. Salah satu penyebabnya adalah beban sosial-kultural yang ditanggung perempuan cenderung menggerus minat mereka untuk melakukan konfirmasi ulang atas kebenaran suatu informasi. Tidak sedikit perempuan bersikap ekstrem dan radikal saat merespon informasi bermuatan hoaks dan kebencian bernuansa SARA.