Thursday, January 2, 2020

Kepemimpinan Perempuan Muslimah Reformis

Dalam sepuluh tahun terakhir, partisipasi politik perempuan di Indonesia menunjukan peningkatan. Hal ini tampak dari aktivitas mereka pada tiap penyelenggaraan Pemilu. Bukan hanya kesediaan mereka untuk datang ke TPS, tapi mereka juga sudi menjadi suar-suar politik bagi kandidat yang bersaing. 

Namun, aktivitas perempuan Muslim ternyata lebih banyak menampakkan wajah-wajah intoleran, ekstrem, dan radikal. Isu agama menjadi bahan kampanye yang terus dihadirkan dalam ruang-ruang dakwah dan media sosial di tanah air. Sementara itu para Muslimah moderat yang jumlahnya jauh lebih banyak justru cenderung bersikap diam. 

Kondisi tersebut tidak hanya memudarkan wajah ramah Islam Indonesia yang sempat disematkan Newsweek di akhir 90an. Economic Intelligent Unit (EIU) juga menyebut Indonesia sebagai negara yang kurang demokratis. Berdasarkan indeks demokrasi yang dirilis 2017, posisi Indonesia terjun bebas dari peringkat sebelumnya 48 menjadi 68 (EIU, 2018).